BuruSergap86.com -- Pontianak,Bukan kaleng kaleng nyali Polwan gadungan yang satu ini,dia datangi langsung Polresta dan tipu Kapolresta
Dengan bermodalkan nyali besar seperti tubuhnya,ditambah perawakan tegap dengan rambut persis polwan,bernama lengkap Dea Rahmanisa mengaku anggota kepolisian dari korps Brimob Mabes Polri berpakaian lengkap sebagai polwan.
Tak tanggung-tanggung,dengan memakai seragam Korps Brimob berpangkat AKP,Dea nekat mendatangi markas Polresta Pontianak untuk menipu.Informasi masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional Online Group Pada hari Sabtu(10/01/2026).
Bahkan sangkin nekatnya,Dea menemui Kapolresta Pontianak Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dan Kasatreskrim Kompol Andi Yul Lapawesean.Di depan para perwira itu,Dea mengaku sebagai Akpol lulusan 2007.
Tujuan wanita bernama Dea ngaku polwan dari korp Brimob yang di ketahui asal Samarinda,Kalimantan Timur itu hanya satu target perkara,dirinya menghadap untuk meminta penangguhan penahanan salah seorang tersangka tindak kriminal Perkara pasal 480.
Kecurigaan Kapolres terhadap Pelaku yang mengaku polwan bernama Dea,Sebelum mengecek keaslian identitas polisi wanita berusia 27 tahun tersebut,Awal nya Hidayat memang menerima baik kedatangan Dea.
“Ketemunya dengan saya,mengunakan seragam lengkap dengan pangkat AKP. Ngakunya anggota dari Mabes Polri yang membidangi IT dan sedang membangun suatu jaringan di Pontianak,”Ungkap Hidayat kepada sejumlah wartawan,di kantornya,Sabtu10/01/2026).
Setelah menjelaskan asal usulnya dengan tipu muslihat,lanjut dia,Dea meminta tolong untuk menangguhkan penahanan salah seorang tersangka penadah hasil kejahatan atau tersangka 480 KUHP bernama Dedi Iskandar.
“Saya langsung panggil Kasat Reskrim. Setelah dia pulang,saya langsung meminta kepada Kasat Reskrim,Kasat Intel,dan fungsi lainnya,melakukan penyelidikan terkait siapa Dea ini sebenarnya,”beber Hidayat.
Mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim ini punya firasat Dea hendak mengibulinya.Setelah dikroscek ke lulusan Akpol tahun 2007 yang ada di Polresta Pontianak,maupun calon perwira (Capa) reguler tahun 2007,ternyata tidak ada yang kenal dengan nama Sosok Polwan berpangkat AKP,Dea.
Terungkap misteri kebohongan polwan gadungan Dea,“Sehingga,kami pastikan bahwa Dea ini merupakan Polwan gadungan atau palsu,”Tak bisa menjawab pertanyaan kami,tuturnya.
Pengakuan mengejutkan Polwan Gadungan (Dea)ia melanjutkan,tak dapat menjawab pertanyaan Kapolres,kalau Dea memang di-bawah komando operasi (BKO)-kan, pasti disebutkan BKO di mana.Kalau Dea bertugas,pasti juga disebutkan berapa lama masa tugasnya,kesatuannya di mana,dan dia harus kembali ke kesatuannya.“Tapi kok berlama-lama,siapa dia ini,” ucap Hidayat.
Dia segera menginstruksikan kepada Kasat Reskrim Andi Yul untuk menangkap Dea. “Kami tangkap yang bersangkutan tengah makan di KFC Gajah Mada,malam minggu (7/11/2025) kemarin. Kami juga Melakukan penggeledahan di kosnya.Kami temukan atribut kepolisian,seragam lengkap. Sedangkan senjata memang tidak dimiliki Dea,”paparnya.
Imbuh Hidayat,“Jadi,dia ini mengaku sebagai polisi kepada target korban. Target korban ini adalah orang yang bermasalah di kepolisian. Misalkan saja tersangka 480 KUHP yang kita tahan. Dea ini minta uang Rp.5 juta kepada keluarga tersangka dengan janji mampu menangguhkan tahanan”.
Sayangnya,keluarga tersangka termakan bujuk rayu Dea hingga akhirnya memberikan uang Rp.5 juta tersebut.Duit itu,dijelaskan Hidayat,ternyata digunakan untuk kepentingan Dea sendiri.
Keterangan resmi Tubagus,cara-cara dengan imbalan bisa mengeluarkan tersangka sebetulnya tidak ada di tubuh polisi. Tetapi, ternyata image tersebut melekat di benak masyarakat.Ketusnya.
“Ini yang perlu diketahui masyarakat. Tidak ada prosedur seperti itu. Yang ada hanya orang menjanjikan seolah-olah bisa mengeluarkan atau menangguhkan tersangka.Maka dari itu,"kita minta masyarakat Waspadai hal ini,terutama keluarga tersangka, untuk tidak percaya hal-hal seperti ini,”pintanya.
Masih di Markas Polresta Pontianak, Dea Rahmanisa membenarkan perkataan Hidayat. “Saya mengaku polisi saja karena banyak yang bilang saya seperti polisi. Dan, saya ingin berteman dengan anggota polisi. Dan memang saya punya teman anggota polisi di sini (Pontianak, red),”jelas perempuan yang hanya lulus SMA ini.
Seragam polisi yang,Polwan Gadungan(Dea) kenakan untuk percobaan Tipu Daya untuk menipu Kapolres Pontianak didapat dari tukang bordir atau tukang jahit setempat.
Terungkap keterangan Polwan Gadungan“Tidak pernah saya mengaku yang lain selain polisi,Dea Akui,"Dulu sempat daftar polisi namun tak lulus,gara-gara sakit,”? Pungkas nya.
Dea juga mengakui uang yang dia minta kepada keluarga tersangka yang menginginkan penangguhan.Akhirnya di Gunakan Secara Pribadi demi menolong Masyarakat tersebut.
Liputan:*F.Marsudi -- Tim Redaksi Media-C45T*





