BuruSergap86.com --- Jakarta,Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn)Gatot Nurmantyo angkat bicara soal institusi Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pada orasi publiknya viral,Gatot menyebut ada indikasi perlawanan kebijakan yang dilakukan oleh Kapolri terhadap negara dan Presiden RI H. Prabowo Subianto.
Gatot menyoroti Sudah ada 3 (tiga) langkah Kapolri yang dinilai telah melampaui Batas kewenangan dan mengunci ruang koreksi konstitusional yang menjadi Sorotan Tajam Publik Saat ini terkait Pernyataan nya yang Sedang Viral di Jagat Maya Seperti :
(1) Pertama,-- Pembentukan Tim Reformasi Tandingan: Langkah ini dinilai sebagai upaya internal yang tidak selaras dengan arah kebijakan nasional.
(2) Kedua,-- Penerbitan Peraturan Kepolisian Nomor 10: Gatot menyebut aturan ini menutup celah koreksi, meskipun sudah ada mekanisme di Mahkamah Konstitusi.
(3) Ketiga,-- Diksi Ekstrem di Ruang Publik: Pernyataan Kapolri yang menyatakan akan mempertahankan posisi institusinya “sampai titik darah penghabisan” dianggap Gatot sebagai bahasa konflik dan intimidasi.
Hal itu,di Sampaikan Secara Tegas oleh Gatot Nurmantyo Kritik Pedas Ke Kapolri yang menduga ada pesan implisit yang ingin disampaikan Kapolri kepada Presiden,yakni larangan untuk mencampuri Struktur internal Polri.
Viral nya Video pada Rapat Kerja DPR-RI tersebut Dugaan nya ada Diksi terdapat Alarm Pernyataan Tegas Kapolri Listyo dalam “Pesan implisitnya jelas kepada Presiden: Jangan sentuh struktur Polri. Pernyataan ini menciptakan tekanan atau ‘bullying’ kepada Presiden sebagai pemegang mandat konstitusional tertinggi,”Tegas Gatot dalam pidatonya.
Ia,juga menambahkan bahwa sebagai sesama lulusan Akademi Militer, tindakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianggap tidak beretika dan merusak marwah institusi Polri yang dicintai masyarakat.
Lebih lanjut,Gatot memperingatkan bahwa situasi ini adalah “Alarm Darurat Demokrasi”. Ia,menilai Kapolri sedang menguji batas kewenangan Presiden dan melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi dengan dukungan oknum anggota DPR.
Dengan demikian juga sebaliknya PUBLIK mengarah kepada tindakan tegas terhadap Pernyataan Resmi Kapolri apakah menjadi Bumerang atau Sebaliknya,Rakyat Indonesia merasa resah ucapan tegas Sang Presiden RI Prabowo Subianto BerJanji dalam Pidatonya Bahwa Dirinya Akan MemBERANTAS Korupsi di Indonesia dan Akan mencopot jabatan segera bila ada yang menentang kebijakan dalam Kepemimpinan nya.
Publik bertanya,"BENAR kah Demikian Atau Hanya Isapan Jempol belaka,"Dan Juga Akibat Viral di MedSos Kritikan Pedas' Mantan Panglima TNI-AD Jenderal(Purn)Gatot Nurmantyo yang Sempat Menarik Perhatian Publik tentunya Media Massa Online yang Sedang Menyoroti Tajam terkait Kinerja Kabinet Merah Putih yang di bentuk Presiden Prabowo terkesan banyak Bungkam,Muncul Persentase Penilaian Rakyat Indonesia yang bertanya-tanya ,"Ada Apakah Gerangan Pernyataan Resmi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo MSi".di Ruang Sidang Rapat kerja DPR-RI di Jakarta.
Hingga Berita ini di Terbitkan,Belum ada keterangan Resmi Konfrensi Pers dan Dari Pihak StafSus Penerangan kepresidenan maupun Keterangan Sang Presiden RI H.Prabowo Subianto Menanggapi Video Viral nya di Media Sosial(MedSos)Soal Pernyataan Resmi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dalam Rapat Kerja DPR-RI tersebut.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*



