BuruSergap86.com -- Dumai/Riau,Tembok keangkuhan itu akhirnya luruh juga. Setelah sempat bermain petak umpet dan hanya menyisakan kursi kosong di ruang mediasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Dumai dua pekan lalu,
Manajemen PT SIL rupanya kehabisan napas. Hari ini,awan mendung yang menggelayut di atas Nasib 30 pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) resmi menyingkir.
Hak kompensasi yang berminggu-minggu disandera perusahaan,akhirnya dipaksa keluar dari brankas.Atas Kegigihan Serta Perjuangan,Hak bagi Para pekerja dan buah manis juga atas perjuangan maupun Bantuan Ketua SriKandi Grib Jaya dan Advocad nya sangat luar Biasa apresiasi terbaik di kota Dumai.
Tak ada lagi gertak sambal atau janji hampa. Rupiah yang menjadi peluh dan hak dasar para buruh itu dipastikan masuk ke kantong mereka hari ini. Kemenangan ini menutup babak panjang perseteruan yang bermula dari gelombang PHK sepihak yang sempat membakar amarah para pekerja lokal.
Tentu,lembaran tanda terima kompensasi itu tak jatuh dari langit.Ada keringat dan urat leher yang menegang di balik meja perundingan.
Ancaman Rahma Yani alias Yeni Jati, Ketua Srikandi GRIB Jaya Dumai, yang mengunci rapat-rapat pintu kompromi sebelum hak pekerja dibayar, terbukti ampuh membongkar pertahanan perusahaan.
"Sejak awal sudah kami tegaskan,tidak ada kata mundur sejengkal pun sebelum hak 30 kepala keluarga ini diselesaikan. Hari ini kita buktikan, arogansi sebesar apa pun pasti roboh oleh barisan yang melawan," ujar Yeni dengan nada puas saat ditemui, Jumat (31/7/2026)Kemarin.
Hal Senada, Ketua Srikandi GribJaya Yeni menerang Ibarat Pertarungan Sengit bak film Ninja,Dirinya tak mengayunkan pedangnya sendirian di Pertarungan ini.Ia menegaskan bahwa kemenangan para pekerja adalah buah manis dari pendampingan tanpa jeda oleh pimpinan daerah serta pengawalan hukum yang tajam.
"Perjuangan ini tuntas karena kami tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ada sokongan bertenaga dan pendampingan langsung dari Ketua DPD GRIB Jaya Riau, Dr. M. Martin Purba, S.H., M.H., beserta manuver cerdas dari Tim Hukum Pengacara GRIB Jaya Dumai.
Mereka ikut turun gunung, mengawal ketat jalannya advokasi,dan memastikan perusahaan tidak bisa lagi lari dari tanggung jawab. Ini kemenangan solidaritas,"kata Yeni menambahkan.
Kolaborasi solid antara Srikandi, pimpinan DPD provinsi,dan kepiawaian Tim Hukum Pengacara GRIB Jaya Dumai tersebut ibarat trisula yang terus mengunci ruang gerak perusahaan hingga tak lagi punya celah untuk berkelit,apalagi bersembunyi di balik absensi. Solidaritas dari tingkat kota hingga provinsi yang dibekali amunisi hukum ini membuat nyali perusahaan ciut dan terpaksa duduk memenuhi kewajibannya.
Bagi tiga puluh kepala keluarga tersebut,hari ini bukan semata soal pelunasan rupiah.Ini adalah monumen kecil tentang bagaimana perlawanan yang diorganisasi dengan rapi,dan tak sudi mengenal kata mundur,mampu menekuk arogansi korporasi.
Di tanah Dumai,barisan pekerja dan GRIB Jaya telah membuktikan satu hal mutlak: nasib dan keringat buruh bukanlah angka yang bisa dihapus begitu saja oleh bungkamnya sebuah perusahaan.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*


