BuruSergap86.com -- Tanjung Balai/Asahan,Sumut,Kabar mengejutkan Datang dari Kota Tanjungbalai,Sumatera Utara.Seorang oknum guru sekolah dasar(SD)diduga Tega membawa muridnya sendiri ke rumah dan menyerahkan ke Suami', Yang menjadi korban,disebut Seorang anak berinisial A (12),kepada suaminya untuk di Cabuli dan pelecehan Seksual terhadap korban A Masih di bawah umur.
Peristiwa yang menyayat hati ini,kini menjadi Sorotan Tajam Publik,Terlebih Setelah diketahui bahwa korban inisial A berstatus merupakan anak yatim piatu yang tidak memiliki orang Tua utuh untuk melindunginya.Tragedi kekejaman itu Terkuak,Info Viral Video Media Sosial (MedSos)pada hari Jum'at(24/07/2026).
Berawal dari keluhan Sakitnya korban A tidak inisial A,Berdasarkan kecurigaan Sejumlah Warga Masyarakat terhadap Gelagat sang Pasutri, Dugaan Tindak pencabulan terhadap korban A telah berlangsung lama terhitung Sejak Mei 2026 di kediaman pasutri terduga pelaku.
Modus yang digunakan sang guru diduga memanfaatkan relasi kuasa Status Guru serta posisinya sebagai pendidik untuk membujuk korban, hingga akhirnya anak tersebut diserahkan kepada suaminya untuk melampiaskan aksi bejat itu
Kasus dugaan ini baru terungkap setelah korban A tiba-tiba tidak masuk sekolah selama hampir dua Timbulnya Rasa Curiga mengenai kondisi Si Anak tersebut.
Informasi terbaru yang terhimpun Tim Media Cyber Nasional Online Group,muncul Kejanggalan tersebut,"membuat ibu angkat korban curiga,"ada rasa Sakit korban inisial A di Selangkangannya,sehingga ia, memutuskan membawa A ke klinik terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan itulah Terbukti yang akhirnya membuka Tabir dugaan kejahatan pelecehan dan pencabulan Pasutri yang dialami korban selama ini.Sebagai Kepala Lingkungan 5 Kelurahan Perjuangan Sadam Husin Hasibuan,membenarkan kronologi tersebut.
Begitu kabar dugaan Pelecehan Seksual Pasutri yang jelas perbuatan bejat oknum guru dan suaminya tersiar,amarah warga memuncak Geram langsung tersulut.
Sejumlah Warga berkisar Ratusan massa mendatangi dan mengepung rumah pasutri terduga pelaku pelecehan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur sejak pukul 18.00 WIB pada Rabu (22/7/2026).
Situasi sempat memanas karena pasutri tersebut nyaris menjadi sasaran amuk massa saat proses evakuasi oleh petugas kepolisian berlangsung.
Sebuah video yang diunggah akun Facebook Vita Mutiara,Pada hari Kamis (23/7/2026), memperlihatkan detik-detik warga menggeruduk rumah terduga pelaku di Jalan Burhanuddin sembari mendesak pasutri tersebut keluar rumah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
"Ini masih hukum dunia,belum hukum Allah. Naudzubillah,merinding,"Tulis Vita Seorang Ibu yang Merasakan Hancur Melihat Anak di bawah umur atas kejadian Pelecehan Seksual Pasutri yang begitu Tega,apalagi dalam masa Pendidikan Sang guru Terkesan Biadab,Sungguh Menyayat hati.Tutupnya,Vita.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*





