Usai Penggeledahan Rumah Jampidsus,"Puluhan Anggota TNI Dan Dua Jenderal TNI Geruduk Polda Metro Jaya,"Begini Realitanya!!!

BuruSergap86.com -- Jakarta,Kehadiran sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis,9 Juli 2026, memicu berbagai spekulasi di tengah berlangsungnya penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang sedang ditangani aparat kepolisian.

Kronologi kejadian dan Informasi mengenai aktivitas personel TNI di kawasan Polda Metro Jaya muncul setelah sehari sebelumnya tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor)Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan serentak di belasan lokasi yang diduga berkaitan dengan tiga perkara berbeda.

Beberapa saksi mengaku melihat kendaraan dinas TNI keluar masuk kompleks Polda Metro Jaya pada dini hari. Namun,hingga pagi hari aktivitas kendaraan berpelat dinas TNI disebut masih terlihat di sekitar Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Menanggapi kabar tersebut,Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menegaskan bahwa institusinya tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga membantah informasi mengenai kehadiran personel TNI di Polda Metro Jaya sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

Sebelumnya, pada Rabu,8 Juli 2026, penyidik gabungan melakukan penggeledahan di 12 titik yang berkaitan dengan penyidikan dugaan suap, korupsi, serta tindak pidana pencucian uang. Penelusuran tersebut mencakup perkara yang berkaitan dengan PT Asabri, dugaan korupsi pasokan batu bara yang disebut berdampak pada pemadaman listrik di Sumatera, serta perkara PT Krakatau Steel.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Kepala Kortastipidkor Polri Inspektur Jenderal Totok Suharyanto menjelaskan bahwa penggeledahan di lokasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan bersama terhadap sejumlah perkara yang sedang dikembangkan penyidik.

Nama kafe tersebut bukan kali pertama muncul dalam penanganan perkara hukum. Lokasi itu sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan penyelidikan pada tahun 2025. Kafe tersebut diketahui dikelola Ferry Yanto Hongkiriwiang yang pernah tersangkut perkara dugaan penculikan, penganiayaan, serta perintangan penyidikan.

Dalam pengembangan perkara tersebut, penyidik sempat menelusuri dugaan hubungan antara Ferry dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,Febrie Adriansyah.Meski demikian,Aparat penegak hukum menegaskan bahwa setiap dugaan keterkaitan masih harus dibuktikan melalui alat bukti dan dokumen yang sah.

Saat penggeledahan berlangsung,sejumlah kendaraan milik Kejaksaan terlihat berada di area parkir kafe. Di lokasi yang sama juga terlihat seorang anggota TNI keluar dari kawasan tersebut,meski pihak kepolisian menyatakan tidak meminta bantuan personel TNI dalam pelaksanaan penggeledahan.

Usai penggeledahan selesai dilakukan, personel TNI tampak melakukan pengamanan di sekitar kediaman Jampidsus Febrie Adriansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Akhirnya Pengamanan itu memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.

Menjawab hal tersebut,Brigjen Muhammad Nas menjelaskan bahwa penempatan personel TNI dilakukan atas dasar permintaan Kejaksaan Agung sebagai bentuk Pelindungan terhadap jaksa sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025. 

Menurutnya,pengamanan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengamanan institusi dan tidak memiliki kaitan dengan proses penggeledahan maupun penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polri.

Ia menegaskan bahwa penyidikan perkara korupsi sepenuhnya merupakan kewenangan aparat kepolisian,sedangkan TNI tetap menghormati seluruh proses penegakan hukum yang sedang berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

PT.KONTRAS NEWS COM *Pimpinan Perusahaan:Castello *Nomor Kontak Media: 0813-6593-5144 *S.K.Kemenkuham AHU-:036739.AH.01.30.Tahun 2022 *NPWP:90.829.762.5-212.000