BuruSergap86.com --- Jakarta,Praktisi intelijen Kolonel(Purn)Sri Radjasa Chandra,menilai kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kental nuansa politis,ini Persaingan Antara kedua lembaga yang di ketahui punya wewenang sama.Informasi Masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional Online Group Pada hari Sabtu(11/07/2026).
Menurutnya,Polri terus mencari celah agar bisa menyeret Febrie demi melindungi kepentingan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.yang seringkali di kaitkan nama setiap pejabat tersandung kasus perkara korupsi.Ia,menyebut Febrie dianggap sebagai algojo yang paling beringas dalam menangani bermacam kasus rasuah kelas kakap.Oleh karena itu,Radjasa menduga Jokowi merasa terancam akan eksistensi Febrie.
Jokowi kata Radjasa,khawatir dengan pergeseran orientasi loyalitas Febrie kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Ketika dia berubah orientasi loyalitas ke Presiden Prabowo,ada kecemasan buat Jokowi. Dia (Febrie) punya informasi kasus.Tentunya Febrie jadi ancaman,apalagi Febrie getol tindakan yang merugikan oligarki,"kata Sri dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV pada Jumat, (10/7/2026).
Ia mengatakan,Febrie sempat menjadi andalan Jokowi dalam memberantas kasus-kasus rasuah di periode pemerintahannya.
Radjasa bercerita,Jokowi saat itu pernah menugaskan Febri untuk mengusut kasus pada PT.Asabri yang di dalamnya diduga ada kepentingan Airlangga Hartarto dan kasus PT. Jiwasraya yang diisukan lekat akan kepentingan Aburizal Bakrie.
Rentetan hal tersebut kata dia,yang membuat Jokowi ikut cemas ketika Febrie mulai menyasar kasus-kasus korupsi yang mengarah kepadanya.Semisal kasus korupsi yang menyeret mantan Mendikbudristek Nadiem Sebelumnya.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*




