BuruSergap86.com -- Jakarta,Usulan hukuman mati mengemuka dalam penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus),FA atau Febrie Adriansyah.
Usulan tersebut disampaikan Nasyirul Falah Amru saat rapat Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen,Jakarta,Sabtu (11/7/2026) Kemarin,menyatakan ke Rekan Media Wartawan.
Menurut politikus yang akrab disapa Gus Falah itu,apabila seluruh dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada FA terbukti di pengadilan,hukuman maksimal patut dipertimbangkan.Pantaslah Kenakan Hukuman Mati.Sebagai contoh nyata Sang Pelaku Koruptor di Republik Indonesia ini.
"Kalau bisa dihukum mati.Karena apa? Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,"Kenapa Setega itu,sih,kata Gus Falah.
Ia,menilai perkara yang menyeret mantan petinggi Kejaksaan Agung tersebut bukan sekadar kasus korupsi biasa,melainkan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum yang selama ini dipercaya memberantas korupsi.
"Bayangkan peristiwa blackout PLN karena kasus batu bara.Bayangkan soal Krakatau Steel, Asabri.Ini kan sangat sungguh menjijikkan,apalagi dilakukan oleh aparat penegak hukum,"Ujarnya.
Karena itu,Gus Falah meminta proses penyidikan dilakukan secara independen, profesional, transparan, dan bebas dari intervensi.
Ia,juga mendukung langkah Komisi III DPR membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengawasi penanganan perkara tersebut hingga memiliki kepastian hukum.
Sebelumnya,Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Irjen Totok Suharyanto mengumumkan penetapan FA sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Selain FA,penyidik juga menetapkan seorang pihak swasta berinisial DR sebagai tersangka dugaan TPPU yang berasal dari tindak pidana korupsi.
Dalam perkara tersebut,FA disangka melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.
Perkara tersebut merupakan bagian dari investigasi gabungan terkait dugaan korupsi tata kelola batu bara,Dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya,serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*






